Ketahanan Pangan dan Pendapatan dari Kebun


Ketahanan Pangan dan Pendapatan dari Kebun

Pandemi covid 19 mengharuskan manusia berdiam di rumah. Bekerja, bersekolah, beribadah tidak bisa bebas dilakukan di luar kediaman. Banyak efek buruk dari pembatasan-pembatasan itu. Salah satunya adalah stok pangan menipis dan pendapatan ekonomi yang menurun. Anda pusing memikirkan kemungkinan ini? Jangan dulu! Ada bagian rumah yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga. Kebun adalah salah satunya.

Coba kita sekilas mengedarkan pandang. Maka mata ini akan lebih nyaman dengan tetumbuhan. Sekejap menarik nafas, tim pernafasan dalam tubuh akan terpuaskan dengan pasokan oksigen dari tanaman. Tak heran kiranya jika kegiatan menanam dan merawat tumbuhan, semakin banyak peminatnya. Karena manfaatnya istimewa, bagi manusia maupun makhluk ciptaan Tuhan lainnya.


Nah, saat kegemaran alami ini dijadikan peluang usaha, kenapa tidak? Anda tak hanya punya ketahanan pangan dan memiliki sumber oksigen melimpah. Anda tak hanya terpuaskan dengan hobi namun juga bisa mendulang uang di dalamnya.


Tak perlu terlalu luas, berharap menjadi petani yang menguasai berhektar-hektar sawah. Atau pemilik kebun yang mempekerjakan banyak karyawan untuk memetik kopi/coklat. Cukup mulai dari kebun di rumah anda sendiri.


Lalu, bentuk bisnis bagaimana yang bisa kita lakukan dari kebun rumah?


Berjualan sayur dan buah organik
Healthy life style is coming. Sudah banyak orang yang memperhatikan apa yang dia makan. Salah satunya adalah makanan yang ditumbuhkan tanpa zat kimia berbahaya. Tumbuhan yang menyerap asupan organik akan memberikan nutrisi sehat dan maksimal untuk kita. Penggunaan pupuk kompos/kandang, media tanam yang natural dan anti polusi, serta penyiraman air adalah caranya. Hal ini akan mudah dilakukan di lahan terbatas macam pekarangan/kebun kita.

Menjual bahan minuman sehat dari rempah/bunga kering
Selain sayur dan buah, ada bagian lain dari tumbuhan yang bisa menghasilkan uang. Yaitu akar/rimpang dan bunga, untuk minuman sehat berupa jamu dan teh bunga. Caranya adalah dengan mengeringkan beberapa rempah dan bunga lalu mengemasnya. Pembeli tinggal menyeduh sebelum meminumnya. (Baca juga:Membuat Serbuk Jahe Instan )

Menjual jus dan salad
Hasil kebun yang sehat bisa anda proses tanpa dimasak, untuk jadi makanan segar. Jus atau salad buah dan sayur. Tinggi nutrisi, banyak pula peminatnya. 
Btw, anda pernah tahu sayuran microgreen? Jenis tumbuhan satu ini sedang meroket popularitasnya. Baik dijual sebagai salad maupun garnish. Menanam, merawat, dan memanennya mudah. Jadi, coba saja memulai menanamnya!
ketahanan pangan dari kebun-salad microgreen


Memasak lalu menjual hasilnya
Jika anda juga hobi memasak, berkebun sangat relevan dengan aktivitas utama di dapur ini. Sedikit kreasi resep agar masakan anda berbeda pasti banyak peminatnya! Dan semua atau sebagian bahan bisa anda dapatkan dengan mudah dari pekarangan sendiri.

Menjual Benih 
Ketika tumbuhan sudah tua,waktunya mereka berkembang biak. Akan muncul benih yang bisa anda jual. Dengan begitu, pembeli bisa berkebun seperti anda.

Menjual Bunga
Selain konsumsi, tumbuhan ada sebagai pemanis suasana. Tumbuhan hias contohnya. Berbagai macam dan warna bunga ada di dunia. Anda bisa menjualnya lengkap dengan pot/vas untuk dipajang di rumah pembeli. Baik itu untuk hiasan di luar maupun di dalam ruangan. Dan tahukah anda, tumbuhan hias itu tercipta tak hanya sebagai pemuas mata. Ada manfaat di balik keberadaannya. Misal tumbuhan lidah mertua yang manis dipajang di sebelah televisi, ternyata diam-diam memiliki kemampuan mengurangi radiasi.

Selain untuk dijual sebagai hiasan rumah, tumbuhan hias dalam pot juga bisa disewakan untuk aksesoris panggung. Seperti tumbuhan monsterra, bonsai, dan lainnya.

Bunga-bunga segar seperti mawar, Krisan, anggrek bisa juga dijual dalam bentuk buket untuk acara-acara spesial. Pun sebaliknya, ada bunga kering yang bisa dipasarkan, seperti edelweis dan lavender

Menjual pupuk organik
Untuk memberi nutrisi lebih pada tumbuhan, anda perlu memberi pupuk. Salah satu pilihan tepat adalah yang terbuat dari bahan alam. Anda bisa membuat sendiri, dari daun dan ranting kering, atau hasil pruning (menghilangkan beberapa bagian tanaman yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar jumlah percabangan banyak dan batangnya kokoh). Pupuk kompos namanya. Dengan teknik sederhana, anda bisa memiliki pupuk kompos baik yang padat seperti tanah maupun cair. Dan anda bisa memasarkannya dengan baik.

Menyediakan spot foto/selfie
Tata kebun anda. Maka pastilah jadi suasana nan indah. Beri sedikit ornamen untuk mempertajam makna. Seperti gapura ataupun air mancur. Atau bahkan sayuran yang berjajar rapi bisa jadi background foto yang manis. Pajang sudut-sudut yang indah itu di medsos anda dan undang sebanyak-banyak orang untuk berfoto di kebun anda! Rupiah pun mengalir tak terasa.
ketahanan pangan dari kebun-selfie kelas berkebun


Membuka Kelas Berkebun
Tak sedikit orang yang seperti anda, sudah paham manfaat berkebun. Namun banyak pula orang yang belum paham atau ingin terus memperdalam ilmu berkebunnya. Karena semakin hari teknik bercocok tanam semakin mengalami perkembangan. Banyak ilmu yang bisa dibagi. Semisal teknik merawat sayuran, membuat kompos, atau cara bertanam di perkotaan.
 Banyak pengalaman yang perlu didiskusikan bersama. Bikin kurikulum dan tawarkan pada masyarakat. Anda bisa menjadi pengajar sendiri, atau bisa juga menggandeng pakar yang lebih ahli.



Terakhir, perlu kita sadari bersama. Bahwa berkebun sangat bermanfaat untuk manusia. Salah satunya adalah bisa kita konsumsi sehari-hari. Dan kita bisa berkontribusi untuk menyediakan ekosistem sehat bagi makhluk lain seperti serangga dan cacing. Tak kalah utama, dengan lingkungan yang hijau dan asri dari kebun, kita telah menyumbangkan udara segar dan turut andil memperbaiki kerusakan iklim. Tak cukup itu, ternyata kita bisa mendulang uang dengan bercocok tanam. Ketika ternyata ketahanan pangan di masa pandemi tercapai, bisa jadi ada peluang meningkatkan ketahanan pendapatan ekonomi keluarga disana. Cobalah berbagai tips di atas dan buktikan!

(baca juga: Mengolah Sisa Bahan Memasak)

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih atas tanggapannya :)

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Copy writer 'Yakk, sett! Jadi!'

Sudahkah Bersyukur atas Dua Nikmat?

Saatnya Menyelami Samudra Sikap