INTERNALISASI DIRI DALAM BERKOMUNITAS (WAKTUNYA BERSELANCAR!-bag. 2)
Sejak bersekolah saya akrab dengan organisasi dan komunitas. Ada rasa percaya diri untuk mengambil peran penting, melayani yang lain. Menjadi pengurus adalah salah satunya. Kering hari-hari ini rasanya jika hanya dihabiskan seorang diri. Ada kebutuhan beraktualisasi dan bersosialisasi yang harus tersalurkan. Ada keharusan untuk selalu belajar sehingga saya tak mau diam dalam kesendirian dan waktu luang. Hal ini membuat saya harus mau mengikuti norma yang berlaku dalam komunitas yang saya masuki. Baik sebagai anggota maupun pengurus. Pastilah saya pernah terpeleset kemudian oleng. Tidak melulu bisa bertahan di antara deburan ombak organisasi. Rasa tak enak atau kurang nyaman adalah konsekuensi dari kesalahan atau gesekan yang timbul. Namun balik lagi, demi keberlangsungan berkomunitas, saya harus bertindak. Di dalam IP, semu...